PT GKBI Investment Berkunjung ke PP PERSIS

Bandung, 14 Februari 2026— Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) menerima kunjungan dari PT GKBI Investment dalam rangka memperkuat sinergi pengembangan industri tekstil halal, khususnya batik nasional. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Hadir dalam pertemuan ini Ketua Umum Persatuan Islam, Dr. KH. Jeje Jaenudin, M.Ag dan Presiden Direktur PT. GKBI Investment H. RM. Edy Santosa, MM., MBA.

Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk menguatkan ekosistem ekonomi umat berbasis industri halal. Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai potensi strategis dalam penguatan ekonomi nasional dan kemandirian umat.

Melalui pertemuan antara PP PERSIS dan PT GKBI Investment, kedua pihak sepakat mendorong penguatan sektor industri tekstil halal dari hulu hingga hilir. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk batik nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Inisiasi untuk kolaborasi program sosial keumatan pun ditetapkan dalam rencana jangka panjang sebagai komitmen dalam memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dengan prinsip “khairunnas anfa’uhum linnas” 

Dalam mendukung terlaksananya kolaborasi tersebut, PP Persis melibatkan peran koperasi Baituttamwil Berkah Umat dan Persis Halal Center sebagai penggerak utama program. Dr. Siti Zayyini Hurun’in menyampaikan bahwa optimalisasi peran koperasi dalam program ini dilakukan dengan model B2B atau Business to Business, potensi koperasi akan dioptimalkan baik itu koperasi di lingkup GKBI maupun di Jamiyyah Persatuan Islam.

Sementara Ir. Irzal Zakir dari Persis Halal Center menyampaikan bahwa PHC dalam program ini hadir untuk mendukung PERSIS dan GKBI dan memastikan sertifikasi halal khusus produk tekstil dan turunannya.

Melalui semangat silaturahmi dan kerja sama yang berkelanjutan, kedua lembaga optimis industri batik nasional akan semakin kokoh, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta perekonomian bangsa.